Minggu, 28 Januari 2024 menjadi hari yang dinantikan para peserta sertifikasi guru Al qur’an metode UMMI SMA Islam Diponegoro Surakarta. Sebanyak 13 siswa putra dan 19 siswi putri SMA Isalm Diponegoro Surakarta menguikuti kegiatan ini. Trainer sertifikasi kali ini adalah Ustaz Wakhyudin, S.Pd dan Ustaz Joko Narimo, S.Pd dari UMMI Foundation korda kota Surakarta.

Dihari ketiga ini, para peserta sertifikasi diajarkan beberapa hal penting untuk menjadi guru Al Qur’an, seperti manajemen administrasi pembelajaran Al Qur’an, classroom management, dan micro teaching sebanyak dua kali.

Selain itu, dihari ketiga ini, ada beberapa penghargaan yg diberikan bagi para peserta atau kelompok yang unggul. Kategori dan pemenangnya adalah:

1. Kelompok terntusias : Ali bin Abi Tholib
2. Kelompok tersemangat : Khodijah
3. Kelompok terheboh : Nuaiman
4. Kelompok yel yel terheboh: Fatimah
5. Kelompok terdisiplin: Aisyah
6. Peserta terbaik putra: Mohamad Khosyi Syehab
7. Peserta terbaik putri: Zulfa Nur Bahirah

Diharapkan dengan pengajaran ini, para siswa yang lolos sertifikasi guru Al Qur’an metode UMMI ini bisa menjadi pengajar Al Qur’an yang kaffah dan profesional sehingga transfer ilmu yang nantinya akan dilakukan dapat berjalan lancar. Akhirnya, program sertifikasi guru Al Qur’an metode UMMI ini pun juga resmi diakhiri. Hal ini menjadi pengalaman penting dan berharga bagi setiap peserta agar kedepan mereka bisa menjadi pengajar Al Qur’an yang handal dan terus menebar manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explore More

Boarding Awards (First Period) 🎉

SMA ISLAM DIPONEGORO SURAKARTA Program Boarding 🗓️: Periode Juli – Oktober Selamat kepada para siswa yang telah meraih penghargaan dalam berbagai kategori: 🏆 Akademik 🏆 Diniyyah 🏆 Non Akademik 🏆

AWALUSSANAH ORANG TUA SISWA-SISWI KELAS X, XI, XII SMA ISLAM DIPONEGORO SURAKARTA TAHUN AJARAN 2024/2025

Pada hari Selasa dan Rabu, 13-14 Agustus 2024, orang tua siswa-siswi SMA Islam Diponegoro Surakarta berkumpul di aula Man Jadda gedung putri SMA Islam Diponegoro Surakarta guna mengikuti kegiatan Awalussanah

PELEPASAN KARYAWAN PURNA TUGAS SMA ISLAM DIPONEGORO SURAKARTA

Ibu Rahayuningsih telah menjadi bagian dari SMA Islam Diponegoro Surakarta selama 30 tahun lebih. Beliau akhirnya harus mengakhiri kebersamaannya dengan seluruh warga sekolah karena sudah memasuki usia pensiun pada hari