Sabtu, 19 Agustus 2023 pada pukul 12.30, para guru SMA Islam Diponegoro Ssurakarta mengadakan kumpulan pada setiap komunitas belajarnya. Ada 4 bidang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh para guru tersebut di sekolah, yaitu komunitas MIPA, sosial, agama, serta bahasa dan umum. Koordinator dari masing-masing komunitas belajar ini adalah:

  1. Kelompok MIPA: ibu Fatimah Farchana, S.Pd
  2. Kelompok sosial: ibu Ricka Intan Setyani, S.Pd
  3. Kelompok Agama: ibu Himatul Aliyah S.Pd.I
  4. Kelompok bahasa: ibu Soelistyowati, S.Pd.

Masing-masing koordinator bersama anggota komunitas belajarnya berkumpul dan berdiskusi tentang implementasi kurikulum merdeka yang telah dilaksanakan di sekolah. Para koordinator menularkan ilmu yang mereka miliki untuk menjadi inspirasi bagi anggota komunitasnya sehingga dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan mengajar di kelas sesuai bidang studinya.

Pada komunitas bahasa dan umum misalnya, ibu Soelistyowati, S.Pd menjabarkan kewajiban setiap guru untuk melakukan assessmen awal pembelajaran guna mengetahui dasar awal pengetahuan para siswa. Hal ini dimaksudkan agar guru tahu persis sampai mana penguasaan kompetensi yang telah dimiliki siswa sebelumnya sehingga akan membantu guru mendesain pembelajaran yang tepat bagi setiap siswa. Hal ini tentu menjadi kewajiban penting karena sesuai ruh kurikulum merdeka bahwa guru boleh maju atau mundur dalam pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa.

Selain itu, pembelajaran sesuai dengan kurikulum merdeka mewajibkan setiap guru untuk mendesain pembelajaran dengan diferensiasi, bisa pada konten, proses, maupun produknya. Hal ini penting karena siswa memiliki karakter, minat, dan bakat yang berbeda-beda sehingga guru harus memahami bahwa tidak bisa menilai hanya dengan satu standard tertentu saja. Gurulah yang harus menyesuaikan cara mengajar dan menilai sesuai dengan kompetensi yang dimiliki setiap siswa.

Akhirnya, komunitas belajar yang dibagikan dalam 4 bidang ini diharapkan dapat mewadahi ide, aspirasi, dan menjadi inspirasi bagi guru untuk menjadikan pembelajaran yang inspiratif dan menyenangkan serta berpusat pada siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *