Ada 3 projek P5 yang dicanangkan pemerintah pada kurikulum merdeka telah dikerjakan di kelas X oleh siswa-siswi SMA Islam Diponegoro Surakarta. Kewajiban selanjutnya bagi para siswa adalah menularkan apa yang telah mereka kerjakan ke masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, SMA Islam Diponegoro Surakarta berinisiatif untuk melakukan pengabdian masyarakat di lingkungan sekitar. Pada kesempatan kali ini, siswa-siswi SMA Islam Diponegoro Surakarta akan menularkan ide dan produk mereka dari 2 projek P5 yang telah mereka kerjakan. Para siswa SMA Islam Diponegoro Surakarta berkumpul di gedung serba guna RT 4 RW 16 yang berlokasi tak jauh dari sekolah. Ada 13 peserta dari RW 16 yang turut hadir, 10 dari mereka adalah kader PKK RW 16, kemudian di hadiri pula oleh ketua RT 04, ketua RW 16, dan Lurah Semanggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Mei 2023.

Terdapat 4 kelompok siswa-siswi SMA Islam Diponegoro Surakarta yang mempresentasikan karyanya. Keempat kelompok tersebut adalah kelompok pemanfaatan minyak jelantah untuk lilin dan sabun serta pembuatan ecobrick yang mewakili tema gaya hidup berkelanjutan. Selain itu, ada dua kelompok lain yang mewakili tema rekayasa teknologi yang mempresentasikan alat penyaringan air dan detektor kesuburan dan kelembaban tanah. Para peserta dan para siswa sangat antusias dalam kegiatan ini. Tim kader PKK RW 16 pun sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba GERMAS NASIONAL yang juga bertema lingkungan. Kegiatan ini tentu saja dapat dijadikan motivasi dan pengetahuan bagi para kader PKK RW 16 tersebut. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan RW 16 juga berniat untuk melanjutkan kerja sama dengan SMA Islam Diponegoro Surakarta untuk terus berinovasi dan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

 

Foto lengkap kegiatan dapat dicek disini:

https://drive.google.com/drive/folders/1G9j-gJxm37J9QbNdDts0rCZV0k49JYyU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *